Otomotif
Ini dia Sejarah Kesuksesan Tesla , Mobil Listrik Pabrikan Asal Amerika

Ini dia Sejarah Kesuksesan Tesla , Mobil Listrik Pabrikan Asal Amerika

Pemuda Succes, JAKARTA-Pada abad 21 ini perkembangan mobil listrik sudah sangat pesat. Salah satu merek mobil listrik ialah Tesla Inc. Perusahaan mobil listrik ini terkenal dengan fitur multifungsi dan juga futuristiknya.

Semua kesuksesan itu tidak dilalui dengan mudah, berikut sejarah dari Tesla Inc, dari awal berdiri hingga sekarang

Sejarah Awal Tesla

Tesla Inc merupakan sebuah perusahaan yang didirikan oleh Martin Eberhard (CEO) dan Marc Tarpenning (CFO) di San Carlos, California pada 2003. Awalnya perusahaan ini bernama Tesla Motors dan baru berubah menjadi Tesla Inc pada 2017.

Nama Tesla diambil dari seorang ilmuwan terkenal akan penemuan teknologi listriknya pada abad 19 yaitu Nikola Tesla. Elon Musk (CEO Sekarang) baru masuk Tesla pada 2004 setelah berinvestasi sebesar $30 Juta dan menjadikan Elon Musk sebagai Chairman dari perusahaan mobil listrik ini.

Martin Eberhard dan Marc Tarpenning menginginkan konsep mobil listrik sports. Pada 2006 mereka merilis prototype untuk mobil tesla yang bernama Tesla Roadster.

Perubahan sistem di dalam Perusahaan Tesla

Pada 2007 Martin Eberhard mengundurkan diri sebagai CEO akan tetapi ia tetap menjadi member dari Tesla Motors. Ia digantikan pertama kali oleh Michael Marks, seorang investor Tesla yang menjabat sebagai CEO sementara dan Ze’ev Drori mengambil alih sebagai pengganti permanen Eberhard pada November.

Ze’ev Drori mengubah konsep Tesla Roadster dari prototype menjadi produk yang layak untuk dijual. Drori merupakan orang dibalik suksesnya peluncuran Tesla Roadster pada 2008. Mobil Tesla Roadster ini bisa melaju sampai 402 kilometer dalam sekali cas dengan waktu pengecasan 24-46 jam.

Namun, tak lama sebelum Tesla Motors meluncurkan mobil pertamanya (Tesla Roadster). Pendiri Tesla Motors, Martin Eberhard dan Marc Tarpenning meninggalkan Tesla Motors sepenuhnya. Setelah itu baru Elon Musk mengambil alih perusahaan sebagai CEO pada 2008.

Kontroversipun terjadi pasca mundurnya Martin Eberhard dan Marc Tarpenning dari Tesla Motors. Mereka berkata bahwa mereka dipaksa untuk keluar dari perusahaan yang mereka dirikan oleh Elon Musk. Pada 2009 mereka menggugat Elon Musk atas berbagai masalah.

Bertahan di Era Modern

Meskipun meluncurkan Roadster, pada 2009 Tesla menghadapi masalah keuangan yang signifikan. Perusahaan tersebut memiliki kurang dari 10 juta dolar dalam bentuk tunai, berpotensi kurang dari yang dibutuhkan untuk mengirimkan mobil yang telah dijualnya.

Pada bulan Mei tahun itu Daimler AG (DDAIF) membeli 10 persen saham di perusahaan tersebut seharga 50 juta dolar. Pinjaman berikutnya sebesar 465 juta dolar dari Departemen Energi pada bulan Juni memberi perusahaan modal kerja yang dibutuhkan untuk bertahan hidup. Pada bulan Agustus tahun yang sama, perusahaan pindah ke kantor pusatnya saat ini di Palo Alto.

Pada tahun 2012 Tesla juga membuka stasiun pengisian daya pertamanya, yang disebut Superchargers yang berlokasi di California dan telah berkembang hingga beroperasi lebih dari 1.000 di seluruh penjuru dunia. Stasiun pengisian ini merupakan fasilitas gratis yang diberikan kepada pemilik Tesla, lebih cepat daripada menggunakan stopkontak biasa.

Pada 2013 Tesla Motors memperoleh laba pertamanya, dan tahun berikutnya Tesla mengumumkan pembukaan Gigafactory di Nevada. Gigafactory adalah fasilitas tempat Tesla yang dikhususkan untuk pembuatan baterai Tesla Motors.

Seiring berkembangnya Tesla Motors. Pada 2015 Tesla memiliki inovasi baru yaitu berupa produk energy surya yang dirancang dapat memberi energy untuk rumah melalui baterai yang dapat diisi ulang. Pada 2017 ‘Tesla Motors’ mengubah namanya menjadi ‘Tesla Inc’ untuk menujukan bahwa mereka sekarang tidak hanya fokus di industri mobil listrik melainkan lebih fokus terhadap perkembangan teknologi dunia.

Masalah Keuangan Tesla

Memasuki tahun 2018 Tesla menghadapi beberapa kendala keuangan. Pada pertengahan 2017, Tesla kehilangan lebih dari 5% nilainya yang berkisar $12 miliar.

Pada Januari 2018 Tesla memproduksi sedan Model 3-nya. Dalam tiga bulan pertama, Tesla hanya dapat menyelesaikan dan mengirimkan 2.400 mobil, padahal tesla telah menjanjikan dapat menyelesaikan lebih dari 5.000 mobil per minggu pada investor dan konsumen. Hal ini terjadi akibat permasalahan pengiriman spare parts, jadi Tesla harus memakan waktu lebih dalam pembuatan mobil sehingga menjadi factor utama keterlambatan pengiriman tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *